Skip ke Konten

Dari Pakan hingga Silase, Mahasiswa KKN Belajar Pengelolaan Ternak

22 Agustus 2026 oleh
Fikruzzamansaleh

Humas KKN Posko 12 - Pengabdian di tengah masyarakat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar dari berbagai potensi yang dimiliki desa. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXVII IAIN Parepare Posko 12 dengan mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) di Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Ahad, 9 Agustus 2026, pukul 14.00 WITA hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 12 IAIN Parepare hadir sebagai undangan yang diwakili oleh Koordinator Desa (Kordes), Koordinator Humas, serta beberapa anggota mahasiswa. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan mengenai pengelolaan ternak sekaligus membangun silaturahmi dengan berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat Desa Buttu Pamboang.

Kegiatan mengangkat tema “Revitalisasi Kesehatan dan Produktivitas Ternak Kambing melalui Circular Integrated Livestock System Berbasis Potensi Lokal dan Pangan di Desa Buttu Pamboang”. Sosialisasi menghadirkan Bapak drh. Suriansyah, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Peternakan UNSULBAR, serta Ibu Irmayanti, dosen Program Studi Peternakan, sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Ibu Irmayanti menjelaskan bahwa pakan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi produktivitas ternak. Pakan hijauan menjadi salah satu jenis pakan yang umum diberikan kepada ternak sehingga ketersediaannya perlu diperhatikan, terutama ketika memasuki musim kekurangan hijauan.

Salah satu materi yang diperkenalkan ialah silase, yaitu teknologi pengawetan bahan pakan melalui proses fermentasi dalam kondisi anaerob atau tanpa oksigen. Menurut Ibu Irmayanti, pembuatan silase bertujuan mempertahankan kualitas bahan pakan, memperpanjang masa simpan, menyediakan cadangan pakan ketika terjadi kekurangan hijauan, serta memanfaatkan bahan lokal yang tersedia di sekitar peternakan.

“Kalau cara mengelola silase dilakukan dengan baik, pakan bisa bertahan sampai satu tahun ke depan,” jelas Ibu Irmayanti.

Ibu Irmayanti juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi dan kebutuhan nutrisi ternak. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan ialah ketika kambing mengalami kesulitan untuk berdiri karena dapat menjadi tanda bahwa ternak mengalami kekurangan nutrisi.

Selain memberikan materi, tim Pengabdian kepada Masyarakat UNSULBAR turut membawa alat pemotong rumput yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan pakan ternak. Bapak drh. Suriansyah, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Buttu Pamboang.

Harapan serupa disampaikan Bapak Marsudi, S.Pt., M.Si., selaku Wakil Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan UNSULBAR. Beliau berharap Desa Buttu Pamboang dapat dikembangkan sebagai salah satu desa binaan karena memiliki potensi pertanian yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan berbasis potensi lokal.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Kelompok Tani Ternak Ratte Apas. Beliau menilai sosialisasi yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya karena sebagian besar masyarakat Desa Buttu Pamboang memiliki aktivitas sebagai petani dan peternak. Apresiasi juga disampaikan Bapak Sudarmi yang mewakili Kepala Desa Buttu Pamboang karena berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau menyambut baik kegiatan yang dinilai sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.

Bagi mahasiswa KKN Posko 12 IAIN Parepare, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tambahan selama menjalankan pengabdian. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pakan, kesehatan, dan pengelolaan ternak, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana potensi pertanian dan peternakan dapat dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses mahasiswa untuk terus belajar, membangun komunikasi, dan berbaur dengan berbagai pihak selama berada di Desa Buttu Pamboang. Melalui ruang belajar seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program kerja, tetapi juga memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat membantu memahami potensi serta kebutuhan masyarakat secara lebih dekat. (Ts/Na/Fzs/Sra)

di dalam Berita