Humas IAIN Parepare - Inovasi pengelolaan limbah berupa Rocket Stove dan lubang resapan biopori yang dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Parepare Posko 5 di Desa Ancu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, mendapat apresiasi dari Tim Penilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone dalam penilaian Lomba Pelestarian Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bone.
Apresiasi tersebut disampaikan saat tim penilai meninjau berbagai inovasi lingkungan yang dikembangkan di Desa Ancu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Saat meninjau Rocket Stove, Tim Penilai DLH mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN IAIN Parepare. Muh. Aris Sarjang, S.E., selaku tim penilai perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, menilai inovasi tersebut sederhana, ekonomis, dan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat.
“Rocket Stove ini merupakan inovasi yang sangat baik. Selama kegiatan penilaian, ini menjadi yang pertama kami temui di Kecamatan Kajuara. Selain pembuatannya sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang besar, keberadaannya sangat efektif sebagai media edukasi bagi masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih baik,” ujar Muh. Aris Sarjang, S.E.

Selain Rocket Stove, Muh. Aris juga mengapresiasi pembangunan lubang resapan biopori yang dinilai dapat mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Kedua inovasi tersebut dinilai mudah diterapkan dan dapat direplikasi oleh masyarakat maupun pemerintah desa tanpa membutuhkan anggaran besar.
Kepala Desa Ancu menyampaikan bahwa inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN IAIN Parepare menjadi bukti kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN IAIN Parepare. Rocket Stove dan biopori bukan hanya menjadi pelengkap dalam penilaian lomba, tetapi juga meninggalkan sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Harapan kami, inovasi seperti ini terus dikembangkan sehingga Desa Ancu semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Koordinator Posko 5 KKN IAIN Parepare mengatakan bahwa apresiasi dari Tim Penilai DLH menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan program kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, Rocket Stove dan biopori dirancang tidak hanya sebagai program fisik selama masa KKN, tetapi juga sebagai media edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Pembangunan kedua inovasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Ancu, dan masyarakat setempat. Apresiasi dari Tim Penilai DLH menunjukkan bahwa inovasi sederhana dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil Lomba Pelestarian Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bone masih menunggu pengumuman resmi dari pihak penyelenggara. Apresiasi yang diberikan Tim Penilai DLH menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKN IAIN Parepare dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui inovasi yang aplikatif dan edukatif. (Posko5/Fzs/Sra)