LP2M IAIN Parepare---Mahasiswa KKN dari IAIN Parepare dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) turut ambil bagian dalam kegiatan pendataan anak berisiko stunting yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin, 4 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula Kantor Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe.
Sebanyak 30 anak dari Desa Teteaji didaftarkan dalam program Aksi Stop Stunting yang bertujuan untuk mencegah dan menekan angka kasus stunting pada anak usia dini. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berperan aktif membantu proses wawancara serta pendataan yang dibutuhkan oleh tim dari Dinas Kesehatan. Mahasiswa KKN IAIN Parepare ditugaskan untuk mewawancarai para orang tua peserta, mencatat data penting terkait kondisi anak, serta menginput informasi hasil wawancara ke dalam sistem yang disediakan oleh tim pelaksana.
Ririn Wadza Putri, SKM, perwakilan dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan yang bertugas di Desa Teteaji, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dari program penanganan stunting yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. “Setelah proses pendataan hari ini, setiap anak yang terdaftar akan mendapatkan pendampingan gizi. Nantinya, satu rumah akan ditunjuk sebagai dapur sehat untuk memasak makanan bergizi yang akan dibagikan kepada anak-anak setiap hari selama program berlangsung,” jelasnya.
Ririn juga mengapresiasi peran mahasiswa KKN dalam kegiatan ini. “Kehadiran KKN dari IAIN Parepare dan UNHAS sangat membantu kami. Jika tanpa bantuan mereka, kami pasti akan kewalahan mendata dan mewawancarai ibu-ibu yang jumlahnya cukup banyak,” ungkapnya.
Harpina, perwakilan dari KKN IAIN Parepare, merasa antusias bisa ikut berkontribusi dalam program ini. “Kami senang bisa terlibat dalam kegiatan pendataan stunting. Banyak hal baru yang kami pelajari tentang tumbuh kembang anak dan pentingnya pemenuhan gizi. Selain itu, kami juga bisa lebih dekat dengan warga dan tim dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Judika, koordinator desa dari KKN UNHAS. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga bagi kami mahasiswa. Kami dapat pengalaman langsung di lapangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara KKN IAIN Parepare, KKN UNHAS, Dinas Kesehatan, dan warga Desa Teteaji,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan program penanggulangan stunting di Desa Teteaji dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.(Hpn/Fzs/Srh)