Skip ke Konten

Mahasiswa KKN IAIN Parepare Gelar Penyuluhan Edukasi Seksual dan Stop Bullying di SDN 75 Locok

30 Agustus 2025 oleh
Fikruzzamansaleh

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Posko 27 melaksanakan kegiatan penyuluhan edukasi seksual dan kampanye Stop Bullying di SDN 75 Locok, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini pada anak-anak terkait pentingnya menjaga diri, menghormati teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 3, 4, 5, dan 6. Para mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator, memberikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak, diselingi permainan edukatif agar suasana belajar tetap menyenangkan dan interaktif.

Penyuluhan edukasi seksual menekankan pentingnya mengenali batasan fisik diri sendiri dan orang lain. Siswa diajarkan untuk memahami organ tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, serta bagaimana melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Hal ini bertujuan agar anak-anak mampu menjaga diri sejak usia dini dengan cara yang sehat dan aman.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi tentang bullying atau perundungan. Mereka menjelaskan bahwa tindakan bullying dapat berdampak negatif terhadap korban, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu mahasiswa KKN, Satriani, mengingatkan, “Kalau ada teman yang dibully atau kita sendiri yang mengalaminya, jangan diam saja. Lawan dengan cara yang baik dan segera laporkan ke guru atau orang dewasa.”

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif bernama GEMS, di mana siswa dibagi menjadi dua kelompok dan diminta mencari gambar organ tubuh yang boleh disentuh dan yang tidak boleh disentuh. Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami materi sambil bermain, sehingga pesan edukasi tersampaikan secara efektif.

Di akhir kegiatan, setiap siswa diberi kesempatan menuliskan curahan hati mereka di selembar kertas yang dibagikan oleh mahasiswa KKN. Tulisan-tulisan tersebut mencerminkan harapan mereka untuk memiliki lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Banyak siswa yang antusias bertanya dan berbagi pengalaman mereka. Kehadiran mahasiswa KKN juga menimbulkan energi positif, membuat anak-anak merasa didengar dan diperhatikan, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah diterima.

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi program satu kali, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran berkelanjutan bagi siswa untuk saling menghormati dan menjaga satu sama lain. Semoga upaya edukasi ini membantu membentuk generasi muda yang peduli, berempati, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta menyenangkan tanpa perundungan.(Fzs.Srh)

Fikruzzamansaleh 30 Agustus 2025
Share post ini
Label
Arsip