Transformasi Dunia Islam: Sejarah dan Dinamika Perkembangan di Era Modern
Penulis: Ahmad Yani, dkk.
Editor: Syafa’at Anugrah Pradana
Penerbit: IAIN Parepare Nusantara Press
Tahun: 2025
Tebal: xii + 246 halaman
ISBN: 978-623-8563-36-4
Sering kali kita membaca sejarah Islam seperti membuka lembaran masa lalu yang jauh, beku, dan terasa tidak lagi berhubungan dengan kehidupan hari ini. Buku Transformasi Dunia Islam: Sejarah dan Dinamika Perkembangan di Era Modern karya Ahmad Yani, Hasaruddin, Rustam Magun Pikahulan, Iin Mutmainnah, Sri Karmila Dol, Muh. Isra Syarif, Muhammad Rusydi Kadir, Abdul Hafid, Nurhidayat, Zulayka Muchtar, Rudianto, Nur Saiful, Tahwin Alamsyah, Muh. Fadel As’ad, dan Abdul Rahim, yang disunting oleh Syafa’at Anugrah Pradana, justru melakukan sebaliknya. Buku ini mengajak pembaca melihat Islam sebagai peradaban yang hidup, bergerak, jatuh bangun, lalu terus mencari bentuknya di tengah perubahan zaman.
Sejak halaman-halaman awal, para penulis menegaskan bahwa Islam tidak pernah berdiri sendiri sebagai doktrin langit semata, tetapi selalu hadir di tengah realitas manusia yang penuh konflik, harapan, dan perjumpaan budaya. Sejarah, dalam buku ini, bukan sekadar cerita masa silam, melainkan cermin untuk memahami siapa kita hari ini dan ke mana arah dunia Islam sedang bergerak.
Yang membuat buku ini terasa menarik adalah keberaniannya menyentuh tema-tema besar sekaligus sensitif. Dari dinamika Islam di Indonesia modern, hubungan Islam dengan negara, hingga bagaimana Islam turut membentuk identitas kebangsaan, pembaca diajak menyadari bahwa Islam Nusantara bukan sekadar warisan ritual, tetapi juga kekuatan sosial dan kultural yang ikut menentukan wajah bangsa.
Ketika buku ini melangkah ke Timur Tengah, nadanya berubah lebih tegang dan reflektif. Hamas, Fatah, Houthi, Bashar al-Assad, dan Zionisme tidak disajikan sebagai potongan berita semata, tetapi sebagai kisah panjang tentang ideologi, penderitaan, perlawanan, dan politik global. Para penulis tidak tergesa-gesa menghakimi, melainkan berupaya memahami mengapa konflik-konflik itu muncul dan mengapa ia terus berulang. Di titik ini, pembaca tidak hanya diajak mengetahui, tetapi juga merasakan kompleksitas dunia Islam kontemporer.
Hal lain yang patut diapresiasi adalah cara buku ini menghadirkan relasi Islam dengan agama lain. Melalui pembahasan tentang Piagam Madinah serta hubungan Nabi Muhammad saw. dengan komunitas Yahudi dan Kristen, pembaca diingatkan bahwa toleransi, dialog, dan hidup berdampingan bukan gagasan modern yang tiba-tiba lahir di abad ke-21, melainkan telah menjadi bagian dari fondasi sejarah Islam sejak awal. Pesan ini terasa penting di tengah dunia yang semakin mudah terbelah oleh identitas.
Buku ini juga menarik karena tidak membingkai Islam sebagai peradaban yang tertutup. Justru sebaliknya, pembaca diajak melihat bagaimana Islam pernah memberi kontribusi besar bagi kemajuan dunia Barat modern melalui transfer ilmu pengetahuan, filsafat, dan sains. Dengan cara ini, buku ini pelan-pelan meruntuhkan anggapan bahwa Islam selalu berada di pinggiran sejarah dunia.
Dari sisi gaya penulisan, buku ini cukup bersahabat. Meski mengangkat tema-tema berat, bahasa yang digunakan relatif komunikatif dan tidak terlampau teknis. Ini membuatnya tidak hanya cocok untuk mahasiswa dan dosen, tetapi juga pembaca umum yang ingin memahami Islam secara lebih luas dan historis, bukan semata normatif.
Tentu, sebagai karya kolektif, buku ini tidak luput dari catatan. Di beberapa bagian, pendekatan masih terasa deskriptif dan dapat diperkaya dengan analisis teoritis yang lebih mendalam. Integrasi antar bab juga sesekali terasa longgar karena perbedaan gaya penulis. Namun, kekurangan ini justru menunjukkan bahwa buku ini membuka ruang dialog, bukan menutupnya dengan kesimpulan yang mutlak.
Lebih dari sekadar buku sejarah, Transformasi Dunia Islam adalah ajakan untuk berpikir. Bahwa Islam bukan hanya tentang masa lalu yang agung, tetapi juga tentang bagaimana umat Islam hari ini membaca realitas, menghadapi konflik, dan menegosiasikan identitasnya di tengah dunia global yang terus berubah. Buku ini layak dibaca bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi Muslim di era modern bukan soal memilih antara tradisi dan perubahan, melainkan tentang merawat keduanya secara bijak.
Catatan: Dengarkan ulasan buku melalui audiobook
Buku dapat diakses di sini