Skip ke Konten

Mahasiswa KKN Gali Potensi UMKM Minyak Kelapa Desa Buttu Pamboang

18 Agustus 2026 oleh
Fikruzzamansaleh

Humas IAIN Parepare - Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga melalui pembelajaran langsung dari aktivitas ekonomi warga. Hal tersebut dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXVII IAIN Parepare Posko 12 saat mengunjungi usaha pembuatan minyak kelapa tradisional milik warga di Dusun Puare, Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis, 7 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung proses pembuatan minyak kelapa yang masih mempertahankan cara tradisional. Usaha milik Ibu Samsiah tersebut telah dijalankan selama lebih dari sepuluh tahun dan menjadi salah satu usaha rumahan yang membantu perekonomian keluarga. Dalam proses produksinya, Ibu Samsiah dibantu oleh saudaranya, Ibu Jamilah.

Ibu Jamilah menjelaskan bahwa dalam sekali produksi digunakan sekitar 120 hingga 140 butir kelapa. Pada beberapa kali proses produksi, jumlahnya bahkan dapat mencapai lebih dari 300 butir. Kelapa yang digunakan dibeli dari masyarakat sekitar dengan harga sekitar Rp3.300 per butir yang telah dikupas.

Setelah diparut dan diperas, santan dimasak selama hampir dua jam menggunakan tungku tradisional berbahan bakar kayu dan sabut kelapa. Selama proses tersebut, santan harus terus diaduk di atas api besar hingga menghasilkan minyak kelapa.

"Prosesnya memang membutuhkan kesabaran karena harus terus diaduk di depan api yang panas. Mata juga sering terasa perih, tetapi kami sudah terbiasa karena usaha ini sudah kami jalankan lebih dari sepuluh tahun," ujar Ibu Jamilah.

Dalam sekali memasak menggunakan satu kuali besar, usaha tersebut mampu menghasilkan sekitar tiga jeriken minyak kelapa. Minyak kemudian dipasarkan dalam kemasan jeriken seharga sekitar Rp160 ribu maupun botol seharga Rp20 ribu. Menurut Ibu Jamilah, permintaan minyak kelapa masih cukup tinggi sehingga mereka berupaya menjaga ketersediaan stok meskipun tidak ada pesanan. Harga minyak kelapa bahkan pernah mencapai sekitar Rp300 ribu per jeriken sebelum kembali menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Tidak hanya minyaknya yang dimanfaatkan, hampir seluruh bagian kelapa memiliki nilai ekonomi. Ampas kelapa dimanfaatkan sebagai pakan ayam, sedangkan tempurung kelapa dijual karena lebih diminati dibandingkan sabut kelapa. Tempurung tersebut dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram atau berkisar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per karung.

Sementara itu, Ibu Samsiah mengungkapkan bahwa usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menghidupi putrinya. Selain mengelola usaha minyak kelapa, ia juga memelihara beberapa ekor kambing sebagai tambahan mata pencaharian.

"Usaha ini sangat membantu menambah penghasilan keluarga. Walaupun prosesnya cukup panjang dan melelahkan, saya senang menjalaninya karena sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari," ungkap Ibu Samsiah.

Bagi mahasiswa KKN IAIN Parepare, kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa potensi desa tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada ketekunan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses produksi, tantangan yang dihadapi, hingga pentingnya menjaga keberlangsungan usaha berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat desa. Dengan potensi kelapa yang dimiliki Desa Buttu Pamboang, usaha minyak kelapa tradisional memiliki peluang untuk terus berkembang melalui inovasi, promosi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN IAIN Parepare tidak hanya belajar mengenai proses pembuatan minyak kelapa, tetapi juga tentang kerja keras, kesabaran, dan semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pengabdian yang memperkuat komitmen mahasiswa untuk mengenali, menghargai, dan mengangkat potensi desa sebagai kekuatan pembangunan masyarakat. (Ts/Na/Fzs/Sra)

di dalam Berita