Skip ke Konten

70 Artikel SINTA dan 5 Buku ISBN dalam Enam Bulan, Bukti Budaya Publikasi Mahasiswa IAIN Parepare Kian Menguat

23 Juni 2026 oleh
70 Artikel SINTA dan 5 Buku ISBN dalam Enam Bulan, Bukti Budaya Publikasi Mahasiswa IAIN Parepare Kian Menguat
Suhartina

LP2M Parepare – Implementasi kebijakan penyelesaian studi berbasis publikasi di IAIN Parepare terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 75 mahasiswa program sarjana (S-1) berhasil menerbitkan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA sebagai bagian dari proses penyelesaian studinya.

Berdasarkan data Pusat Publikasi dan Kekayaan Intelektual, publikasi tersebut terdiri atas 1 artikel pada jurnal SINTA 1, 19 artikel pada jurnal SINTA 3, dan 50 artikel pada jurnal SINTA 4. Selain artikel jurnal, mahasiswa juga berhasil menerbitkan 5 buku ber-ISBN sebagai luaran akademik berbasis publikasi.

Capaian tersebut menunjukkan semakin tumbuhnya budaya akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan IAIN Parepare. Melalui jalur penyelesaian studi berbasis publikasi, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademiknya, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Dr. Suhartina, M.Pd., menyampaikan harapannya agar Pedoman Revisi Penyelesaian Studi berbasis Nonskripsi tahun 2026 dapat segera disahkan.

"Kami berharap pedoman revisi segera disahkan sehingga berbagai hasil evaluasi terhadap pedoman sebelumnya dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, pelaksanaan penyelesaian studi berbasis publikasi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas akademik mahasiswa," ujarnya.

Ia juga mengharapkan para ketua program studi untuk terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada mahasiswa agar memanfaatkan jalur penyelesaian studi nonskripsi. Menurutnya, keterlibatan aktif program studi menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah dan kualitas luaran publikasi mahasiswa.

Harapan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 yang tengah berlangsung. Dalam instrumen evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Akademik, salah satu indikator yang dinilai adalah ketercapaian luaran publikasi mahasiswa program sarjana berupa book chapter, buku ber-ISBN, paten atau paten sederhana, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 4 sesuai bidang keilmuan. Perguruan tinggi diharapkan mampu mencapai luaran publikasi mahasiswa minimal 25 persen dalam lima tahun terakhir pada setiap tahunnya.

Karena itu, peningkatan jumlah mahasiswa yang memilih jalur nonskripsi tidak hanya berkontribusi terhadap kualitas lulusan, tetapi juga mendukung pencapaian indikator mutu akademik institusi dan program studi.

Pada kesempatan yang sama, Pusat Publikasi dan Penerbitan juga menginformasikan civitas academica mengenai kebijakan terbaru dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terkait penerbitan ISBN. Ke depan, naskah yang hanya berupa tugas akhir mahasiswa atau hasil alih format dari tugas akhir tanpa pengembangan substansi tidak lagi akan diterbitkan ISBN-nya.

Oleh sebab itu, mahasiswa yang memilih luaran buku sebagai bagian dari penyelesaian studinya diharapkan melakukan pengembangan isi, penyesuaian struktur, serta penyempurnaan substansi sehingga karya yang diterbitkan benar-benar memenuhi standar sebagai buku ilmiah yang layak dipublikasikan kepada masyarakat luas.

Dengan capaian yang telah diraih pada semester pertama tahun 2026, IAIN Parepare optimistis budaya publikasi mahasiswa akan terus meningkat dan menjadi salah satu kekuatan institusi dalam menghasilkan lulusan yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.