Jakarta, 18 Juni 2026 – Komitmen LP2M IAIN Parepare dalam mendorong transformasi riset menuju inovasi yang berdampak terus diperkuat. Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Riset, Publikasi Ilmiah, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Kemitraan PTKI yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Jakarta.
Pada sesi pertama hari kedua kegiatan, delegasi LP2M IAIN Parepare mengikuti pelatihan intensif mengenai penyusunan spesifikasi paten (patent drafting), sebuah kompetensi strategis yang menjadi fondasi penting dalam penguatan hilirisasi hasil penelitian dan perlindungan kekayaan intelektual perguruan tinggi.
Materi disampaikan oleh Sonya dan Faisal dari Direktorat Paten, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa paten merupakan instrumen penting untuk melindungi invensi yang memiliki kebaruan, langkah inventif, serta dapat diterapkan dalam dunia industri. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip first to file yang berlaku di Indonesia, sehingga hasil penelitian yang berpotensi menjadi invensi perlu segera didaftarkan sebelum dipublikasikan secara luas.
Bagi LP2M IAIN Parepare, pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengarahkan ekosistem riset kampus agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga menghasilkan luaran yang memiliki nilai tambah, terlindungi secara hukum, dan berpotensi diimplementasikan oleh masyarakat maupun dunia industri.
Selain membahas paten, pelatihan juga mengulas berbagai bentuk kekayaan intelektual lainnya, seperti hak cipta, merek, desain industri, rahasia dagang, hingga kekayaan intelektual komunal. Pengetahuan ini dinilai relevan dengan karakteristik riset-riset yang berkembang di IAIN Parepare, khususnya yang berkaitan dengan kearifan lokal, pengembangan masyarakat, dan inovasi berbasis potensi daerah.
Pada sesi teknis, peserta mendapatkan pendampingan mengenai penyusunan dokumen spesifikasi paten, mulai dari perumusan judul invensi, bidang teknik, latar belakang, uraian lengkap invensi, klaim, abstrak, hingga penyajian gambar teknis. Kemampuan ini menjadi keterampilan baru yang sangat dibutuhkan dosen dan peneliti dalam menghasilkan luaran riset yang siap dipatenkan.
Kepala LP2M IAIN Parepare, M.Majdy Amiruddin, M.M.A. menegaskan bahwa penguatan kapasitas di bidang kekayaan intelektual merupakan bagian dari strategi jangka panjang institusi dalam membangun budaya riset yang unggul, inovatif, dan berdampak. Sejalan dengan arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi, LP2M terus mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya menghasilkan artikel ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan produk inovasi, paten, model pemberdayaan, serta solusi nyata bagi masyarakat.
Partisipasi dalam pelatihan ini sekaligus menunjukkan keseriusan LP2M IAIN Parepare dalam memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan meningkatnya kapasitas dosen dalam penyusunan paten, IAIN Parepare semakin siap mengakselerasi hilirisasi riset, memperluas kemitraan, serta menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah dan nasional.
Melalui langkah ini, LP2M IAIN Parepare menegaskan perannya sebagai motor penggerak riset berdampak (impactful research), yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menciptakan kekayaan intelektual dan inovasi yang memberi manfaat berkelanjutan bagi umat dan bangsa