Jakarta – LP2M IAIN Parepare terus memperkuat posisinya sebagai penggerak pengembangan riset berdampak di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam forum nasional Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Riset, Publikasi Ilmiah, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Kemitraan PTKI yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta.
Pada sesi pembahasan ukuran dampak penelitian, LP2M IAIN Parepare bersama sejumlah PTKI lainnya mendiskusikan arah baru tata kelola riset yang tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga pada kontribusi nyata hasil penelitian bagi masyarakat, lembaga, dan pemerintah.
Ketua LP2M IAIN Parepare, M. Majdy Amiruddin, M.M.A., menegaskan bahwa transformasi paradigma penelitian menjadi kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi saat ini.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan artikel ilmiah. Riset harus mampu menghadirkan solusi, memengaruhi kebijakan, memberdayakan masyarakat, dan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara nyata. Inilah arah pengembangan riset yang terus didorong LP2M IAIN Parepare,” ujarnya.
Forum nasional tersebut menyoroti pentingnya penyusunan indikator penelitian berdampak yang lebih terukur dan seragam di lingkungan PTKI. Selama ini, keberhasilan penelitian masih banyak dinilai berdasarkan output akademik berupa publikasi, sementara ukuran kebermanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat belum memiliki standar yang jelas.
Salah satu instrumen yang dibahas adalah Impact Readiness Level (IRL), yaitu kerangka yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan dampak penelitian mulai dari pengembangan pengetahuan dasar hingga menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, hasil penelitian dapat dipetakan berdasarkan tingkat adopsi, replikasi, serta kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta juga mengidentifikasi sejumlah tantangan pengelolaan riset PTKI, seperti belum optimalnya integrasi sistem penelitian nasional, perlunya penguatan policy brief sebagai luaran penelitian, serta kebutuhan akan indikator dampak yang relevan untuk bidang humaniora, sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Bagi LP2M IAIN Parepare, pembahasan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat roadmap penelitian institusi yang berorientasi pada outcome dan impact. Selama beberapa tahun terakhir, LP2M terus mendorong budaya riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi bereputasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi aktif dalam forum nasional ini semakin menegaskan posisi LP2M IAIN Parepare sebagai salah satu motor penggerak penguatan ekosistem riset PTKI. Melalui penguatan tata kelola penelitian, hilirisasi hasil riset, dan pengembangan kemitraan strategis, LP2M IAIN Parepare berkomitmen menghadirkan penelitian yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi kemajuan bangsa.