LP2M – LP2M IAIN Parepare kembali menjadi rujukan bagi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengelolaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan benchmarking Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Majene ke LP2M IAIN Parepare, Selasa (23-6-2026).
Rombongan P3M STAIN Majene dipimpin langsung oleh Ketua P3M, Dr. Muh. Ilham Usman, M.Fil.I., didampingi Sekretaris P3M, Uswatunnisa, S.Pd., M.Hum., serta seorang staf. Kehadiran mereka diterima oleh Ketua LP2M IAIN Parepare, M. Majdy Amiruddin, M.M.A., Sekretaris LP2M Dr. Muhammad Ismail, M.Th.I., serta para kepala pusat di lingkungan LP2M.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai praktik baik yang telah dikembangkan LP2M IAIN Parepare, khususnya strategi peningkatan kinerja penelitian dan publikasi yang berhasil mengantarkan IAIN Parepare masuk dalam jajaran 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik pada pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA).
Selain strategi pengelolaan SINTA, rombongan juga mendalami sistem pengelolaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis aplikasi yang diterapkan LP2M IAIN Parepare. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas layanan mulai dari pendaftaran peserta, penempatan lokasi, monitoring kegiatan mahasiswa, hingga pelaporan dan evaluasi program secara terintegrasi.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam benchmarking adalah tata kelola penerbitan buku. Dalam sesi diskusi, LP2M IAIN Parepare berbagi pengalaman mengenai penguatan budaya menulis di kalangan dosen dan mahasiswa, pengelolaan penerbitan, strategi peningkatan produktivitas buku ber-ISBN, hingga berbagai upaya hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua P3M STAIN Majene, Dr. Muh. Ilham Usman, M.Fil.I., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan LP2M IAIN Parepare dalam berbagi pengalaman dan inovasi kelembagaan. Menurutnya, berbagai praktik baik yang diperoleh dari kunjungan tersebut akan menjadi referensi penting dalam penguatan tata kelola penelitian, pengabdian, dan publikasi ilmiah di STAIN Majene.
"Kami melihat banyak inovasi yang telah dilakukan LP2M IAIN Parepare, mulai dari pengelolaan SINTA, sistem KKN berbasis digital, hingga penguatan budaya publikasi dan penerbitan buku. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami untuk mengembangkan layanan yang lebih baik di STAIN Majene," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Parepare, M. Majdy Amiruddin, menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih LP2M IAIN Parepare saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara berkelanjutan oleh para pimpinan LP2M pada periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan IAIN Parepare menembus jajaran 10 besar PTKIN dalam pemeringkatan SINTA, meningkatnya produktivitas publikasi ilmiah, berkembangnya ekosistem penerbitan buku, hingga transformasi layanan KKN berbasis digital merupakan buah dari fondasi yang telah dibangun dan diperkuat dari waktu ke waktu.
"Kami sangat menghargai kontribusi para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pengembangan LP2M. Apa yang dicapai hari ini bukanlah hasil kerja satu periode kepemimpinan, melainkan akumulasi dari kerja kolektif yang terus dilanjutkan dan disempurnakan. Tugas kami saat ini adalah menjaga keberlanjutan capaian tersebut sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan tinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa LP2M IAIN Parepare selalu terbuka untuk berbagi praktik baik dengan perguruan tinggi lain sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian di lingkungan PTKIN.
"Prinsip kami adalah bertumbuh bersama. Ketika satu perguruan tinggi berkembang, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh ekosistem pendidikan tinggi Islam secara keseluruhan. Karena itu, kami menyambut baik setiap bentuk kolaborasi, diskusi, maupun benchmarking yang bertujuan meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi," tambahnya.
Kegiatan benchmarking berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai pengalaman, tantangan, dan strategi pengembangan lembaga dibahas secara terbuka sehingga memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Melalui kunjungan ini, LP2M IAIN Parepare kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan PTKIN. Di saat yang sama, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga dalam mendorong peningkatan mutu penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, dan hilirisasi hasil riset secara berkelanjutan.